Di dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Nomor 61 Tahun 2014 tentang Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) dalam acuan konseptual meliputi :

  1. Peningkatan Iman, Takwa, dan Akhlak Mulia
    Iman, takwa, dan akhlak mulia menjadi dasar pengembangan kepribadian peserta didik secara utuh. KTSP disusun agar semua mata pelajaran dapat meningkatkan iman, takwa, dan akhlak mulia.
    Implikasi yang dilakukan SMA Pradita Dirgantara berupa kegiatan keagamaan yang diperluas.
  2. Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama
    Kurikulum dikembangkan untuk memelihara dan meningkatkan toleransi dan kerukunan interumat dan antarumat beragama.
    Implementasi yang dilakukan SMA Pradita Dirgantara melalui kegiatan keagamaan secara berjamaah. Sholat jumat berjamaah, sholat dhuhur berjamaah juga pengajian baik di sekolah maupun di rumah peserta didik merupakan bentuk pembelajaran dalam toleransi dan kerukunan umat beragama.
  3. Persatuan Nasional dan Nilai-Nilai Kebangsaan
    Kurikulum diarahkan untuk membangun karakter dan wawasan kebangsaan peserta didik yang menjadi landasan penting bagi upaya memelihara persatuan dan kesatuan bangsa dalam kerangka NKRI. Oleh karena itu, kurikulum harus menumbuhkembangkan wawasan dan sikap kebangsaan serta persatuan nasional untuk memperkuat keutuhan bangsa dalam wilayah NKRI.
    Implementasi yang dilakukan SMA Pradita Dirgantara melalui upacara bendera tiap hari senin dan hari besar baik di sekolah ataupun di luar sekolah. Juga adanya beberapa peserta didik yang ikut kegiatan ekstra kurikuler pasukan pengibar bendera atau paskibraka. Disisipkan pula pembelajaran berkarakter dalam setiap mata pelajaran.
  4. Peningkatan Potensi, Kecerdasan, Bakat, dan Minat sesuai dengan Tingkat Perkembangan dan Kemampuan Peserta Didik
    Pendidikan merupakan proses holistik/sistemik dan sistematik untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia yang memungkinkan potensi diri (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) berkembang secara optimal. Sejalan dengan itu, kurikulum disusun dengan memperhatikan potensi, bakat, minat, serta tingkat perkembangan kecerdasan; intelektual, emosional, sosial, spritual, dan kinestetik peserta didik.
    Implementasi yang dilakukan SMA Pradita Dirgantara melalui kegiatan ekstra kurikuler. Kegiatan ekstra kurikuler diadakan untuk mewadahi bakat dan minat peserta didik. Kegiatan ekstra kurikuler yang beranekaragam menjadi upaya untuk meningkatkan potensi diri peserta didik. Karawitan, teater, KIR, Band juga olah raga menjadi kegiatan yang banyak diminati peserta didik. Ini sebagai contoh upaya peserta didik untuk menyalurkan potensi diri peserta didik.
  5. Kesetaraan Warga Negara Memperoleh Pendidikan Bermutu
    Kurikulum diarahkan kepada pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang holistik dan berkeadilan dengan memperhatikan kesetaraan warga negara memperoleh pendidikan bermutu.
    Implementasi yang dilakukan SMA Pradita Dirgantara melalui proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang objektif, transparan dan akuntabel. Calon peserta didik yang memenuhi syarat pasti diterima tanpa membedakan suku, ras dan golongan. Banyaknya suku, ras dan golongan dari peserta didik menjadi bukti proses ini. Peserta didik sekolah ini dimulai dari Aceh sampai Irian jaya, suku jawa, arab, sumbawa menjadi bukti nyata bahwa sekolah ini memberikan kesetaraan bagi warga negara untuk memperoleh pendidikan bermutu.
  6. Kebutuhan Kompetensi Masa Depan
    Kompetensi peserta didik yang diperlukan antara lain berpikir kritis dan membuat keputusan, memecahkan masalah yang kompleks secara lintas bidang keilmuan, berpikir kreatif dan kewirausahaan, berkomunikasi dan berkolaborasi, menggunakan pengetahuan kesempatan secara inovatif, mengelola keuangan, kesehatan, dan tanggung jawab warga negara.
    Implementasi yang dilakukan SMA Pradita Dirgantara melalui pembelajaran saintifik sesuai kurikulum 2013. Kurikulum 2013 sebagai upaya untuk mewujudkan kompetensi peserta didik sesuai tuntutan masa depan. RPP didorong selalu update sesuai perkembangannya. Kegiatan saat pembelajaran apabila memenuhi Kurikulum 2013 sudah sangat bagus. Pembelajaran saintifik, Project Based Learning, Problem Based Learning dan Discovery Learning menjadi upaya sekolah dalam pengelolaan pembelajaran sesuai kompetensi masa depan.
  7. Tuntutan Dunia Kerja
    Kegiatan pembelajaran harus dapat mendukung tumbuh kembangnya pribadi peserta didik yang berjiwa kewirausahaan dan mempunyai kecakapan hidup. Oleh sebab itu, kurikulum perlu mengembangkan jiwa kewirausahaan dan kecakapan hidup untuk membekali peserta didik dalam melanjutkan studi dan/atau memasuki dunia kerja. Terlebih bagi peserta didik pada satuan pendidikan kejuruan dan peserta didik yang tidak melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Implementasi yang dilakukan SMA Pradita Dirgantara melalui mata pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (PKWU).
  8. Perkembangan Ipteks
    Pendidikan perlu mengantisipasi dampak global yang membawa masyarakat berbasis pengetahuan di mana Ipteks sangat berperan sebagai penggerak utama perubahan. Pendidikan harus terus menerus melakukan penyesuaian terhadap perkembangan Ipteks sehingga tetap relevan dan kontekstual dengan perubahan. Oleh karena itu, kurikulum harus dikembangkan secara berkala dan berkesinambungan sejalan dengan perkembangan Ipteks.
    Implementasi yang dilakukan SMA Pradita Dirgantara melalui kegiatan pembelajaran yang mengikuti perkembangan ipteks. Pembelajaran diusahakan dimulai dengan mengamati fenomena yang ada di lingkungannya. Proses pembelajaran juga menggunakan perkembangan TIK. Komputer, laptop, LCD, internet, android juga penyampaian melalui media pembelajaran menjadi tuntutan bagi setiap pelaku pembelajaran di sekolah ini. Mata pelajaran teknologi informasi juga menjadi muatan lokal yang diunggulkan.
  9. Keragaman Potensi dan Karakteristik Daerah serta Lingkungan
    Daerah memiliki keragaman potensi, kebutuhan, tantangan, dan karakteristik lingkungan. Masing-masing daerah memerlukan pendidikan yang sesuai dengan karakteristik daerah dan pengalaman hidup sehari-hari. Oleh karena itu, kurikulum perlu memuat keragaman tersebut untuk menghasilkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan pengembangan daerah dan lingkungan.
    Implementasi yang dilakukan SMA Pradita Dirgantara melalui penambahan mata pelajaran Ilmu Budaya. Dalam mata pelajaran ini siswa mempunyai kesempatan besar mengenal budaya Indonesia yang sangat beragam dari Sabang sampai Merauke.
  10. Tuntutan Pembangunan Daerah dan Nasional
    Dalam era otonomi dan desentralisasi, kurikulum adalah salah satu media pengikat dan pengembang keutuhan bangsa yang dapat mendorong partisipasi masyarakat dengan tetap mengedepankan wawasan nasional. Untuk itu, kurikulum perlu memperhatikan keseimbangan antara kepentingan daerah dan nasional.
    Implementasi yang dilakukan SMA Pradita Dirgantara melalui proses pembuatan kurikulum yang menggunakan peraturan dari pusat dan daerah. Adanya muatan nasional dan muatan lokal menjadi contohnya. Pelibatan guru, pengurus mgmps juga komite sekolah termasuk pihak dikpora kota demi kurikulum sekolah ini lebih baik.
  11. Dinamika Perkembangan Global
    Kurikulum dikembangkan untuk meningkatkan kemandirian, baik pada individu maupun bangsa, yang sangat penting ketika dunia digerakkan oleh pasar bebas. Pergaulan antarbangsa yang semakin dekat memerlukan individu yang mandiri dan mampu bersaing serta mempunyai kemampuan untuk hidup berdampingan dengan bangsa lain.
    Implementasi yang dilakukan SMA Pradita Dirgantara melalui pengembangan bahasa inggris secara lebih luas. Selain bahasa inggris menajdi pelajaran wajib ada tambahan jam bahasa inggris dan bahasa jerman dalam kelompok lintas minat. Peserta didik yang mempunyai kemampuan bahasa inggris diwadahi dalam English Club untuk meningkatkan kemampuan bahasanya. Sebagian peserta didik diharapkan mempunyai nilai TOEFL yang tinggi saat lulus sebagai upaya dalam meningkatkan nilai tambah saat menempuh pendidikan di Perguruan Tinggi yang berkualitas baik di dalam negeri maupun luar negeri. Hal yang lain adalah setiap tahunnya akan ada 2 periode sekolah ini menjadi tempat praktek calon guru-guru se-ASEAN yang diwadahi dalam SEA-Teacher Project oleh SEAMEO (Organisasi Kementerian Pendidikan se-ASEAN). Kemampuan bahasa dan kemampuan adaptasi dengan tuntutan global siswa akan diuji dan dikembangkan.
  12. Kondisi Sosial Budaya Masyarakat Setempat
    Kurikulum dikembangkan dengan memperhatikan karakteristik sosial budaya masyarakat setempat dan menunjang kelestarian keragaman budaya. Penghayatan dan apresiasi pada budaya setempat ditumbuhkembangkan terlebih dahulu sebelum mempelajari budaya dari daerah dan bangsa lain. Implementasi yang dilakukan SMA Pradita Dirgantara melalui keikutsertaan peserta didik dalam melestarikan seni tari daerah. Kegiatan ini bersifat lokal, nasional dan internasional.
  13. Karakteristik Satuan Pendidikan
    Kurikulum dikembangkan sesuai dengan kondisi dan ciri khas satuan pendidikan.
    Implementasi yang dilakukan SMA Pradita Dirgantara melalui pencapaian visi, misi dan tujuan sekolah.

Leave a reply "Acuan Konseptual"

Your email address will not be published.

Rating*