SMA PRADITA DIRGANTARA (Boyolali)— Guna memastikan kesiapan pembelajaran tatap muka di masa pandemi ini, Tim Dinas V Dikbud Jateng melakukan pemeriksaan dan verifikasi dengan meninjau langsung kondisi dan persiapan SMA pradita Dirgantara.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan V Dikbud kabupaten Boyolali, Nasikin, mengatakan bahwa syarat bagi sekolah yang akan melakukan pembelajaran tatap muka sesuai dengan arahan Mendikbud adalah sekolah yang berada di wilayah zona kuning dan hijau. Selain itu ada empat syarat lain yang harus dipenuhi Pertama, persetujuan dari Pemerintah Daerah (Pemda) atau Dinas Pendidikan dan Kebudayaan daerah tersebut. Kedua, persetujuan kepala sekolah setelah sekolah dapat memenuhi protokol kesehatan yang ketat. Ketiga, adanya persetujuan wakil dari orang tua dan wali siswa yang tergabung dalam komite sekolah. Dan syarat keempat adalah persetujuan dari masing-masing orang tua peserta didik.

“Sekolah harus mempunyai protokol kesehatan yang ketat, SOP yang jelas, sarana dan prasaran pendidikan yang menunjang, kurikulum yang disederhanakan dan utamanya bagaimana keselamatan siswa menjadi prioritas”, Terang Nasikin.

Didampingi Direktur Pengembangan Sekolah Pradita Dirgantara, Dwi Agus Yuliantoro, Ph.D dan Kepala Sekolah SMA Pradita Dirgantara, Dr.Yulianto Hadi, MM, tim dari Dinas Dikbud Wilayah V Jateng melakukan pengecekan persiapan yang dilakukan oleh SMA Pradita Dirgantara dalam rangka pembelajaran tatap muka kedepan.

Acara verifikasi dimulai dengan standar protokol kesehatan Pradita Dirgantara dengan melakukan rapid tes untuk memastikan bahwa para tamu yang datang di sekolah ini non reaktif covid 19. Selanjutnya tim melakukan peninjauan di beberapa ruangan SMA Pradita Dirgantara seperti laboratorium, perpustakaan, ruang makan, ruang kelas.

Beberapa ruang yang ditinjau sudah di tata sesuai standar protokol yang disyaratkan seperti jarak antar kursi, anak-anak membawa peralatan sendiri seperti headset untuk pembelajaran di laboraotirium bahasa, dan juga masing-masing anak diberi faceshiled.

“Kami juga menyediakan tempat cuci tangan moderen pada setiap depan kelas dan ruang di SMA Pradita Dirgantara termasuk di luar kelas, area masuk ruang makan dan beberapa tempat lain.” ujar Dr. Yulianto Kepsek SMA Pradita Dirgantara

Direncanakan pada awal atau pertengahan bulan september, siswa kelas XII SMA Pradita dirgantara akan mengikuti proses pembelajaran tatap muka di Sekolahan. Dipilihnya siswa kelas XII ini dikarenakan mereka harus melakukan persiapan untuk ujian akhir dan masuk perguruan tinggi.

Proses penerimaan siswa yang akan melakukan pembelajaran tatap muka di SMA pradita Dirgantara dilakukan dengan tahap yang cukup ketat.. “Secara teknis siswa yang berasal dari Solo Raya akan didahulukan, dan secara bertahap juga akan dilakukan untuk siswa dari daerah lain. Siswa yang akan datang ke SMA pradita Dirgantara melakukan tes Swab di daerahnya masing dikoordinir oleh Lanud setempat, kemudian sesampai di SMA Pradita Dirgantara juga akan dilakukan tes swab lagi di ruang khusus di Skadik 401 Lanud Adisumarmo, kalau semuanya sudah pasti Negatif baru diarahkanke asrama” Lanjut Dr. Yulianto .

“Yang penting adalah persiapan dan kesiapan SMA Pradita Dirgantara dalam penerapan ijin pembelajaran tatap muka nanti. Persiapan di dalamnya harus jelas standar prosedurnya, harus ada komitmen dari pucuk pimpinan sampai dengan level bawah untuk membantu suksesnya proses pembelajaran tatap muka di masa pandemi ini, karena musuh kita adalah musuh yang tidak kelihatan” Pungkas Kepala Cabang Dinas V Dikbud Jateng, Nasikin. (Humas SMA Pradita Dirgantara)

Website : sma.praditadirgantara.sch.id
Instagram : @smapraditadirgantara
Fanspage : SMA Pradita Dirgantara
Twitter : SMA Pradita Dirga