Muatan Kurikulum

Muatan Kurikulum

Muatan Kurikulum SMA Pradita Dirgantara untuk kelas X meliputi Kompetensi Inti dan sejumlah Kompetensi Dasar yang dirumuskan dalam mata pelajaran yang keluasan dan kedalamannya merupakan beban belajar peserta didik. Untuk kelas XI dan Kelas XII, muatan kurikulum tersebut merupakan mata yang harus ditempuh oleh peserta didik pada setiap jenjang kelas. Muatan lokal dan pengembangan diri termasuk ke dalam isi kurikulum.

  1. Mata Pelajaran
    Mata pelajaran beserta alokasi waktu untuk tahun pelajaran 2016-2017 mengacu kepada silabus dan atau buku, sesuai Permendikbud Nomor 59 Tahun 2014 dan Permendikbud Nomor 24 Tahun 2016.
  2. Muatan Lokal
    Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan potensi daerah termasuk keunggulan daerah dan kekhasan sekolah.
  3. Pengaturan Beban Belajar
    1. Alokasi waktu untuk Penugasan Terstruktur (PT) dan Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur (KMTT) maksimal 60 % dari waktu kegiatan tatap muka per minggu mata pelajaran yang bersangkutan.
    2. Alokasi waktu kegiatan tatap muka untuk system paket (Kelas XI dan XII) setiap jam pelajaran 45 menit.
    3. Jumlah jam pelajaran perminggu adalah sebagai berikut:
      1. Kelas X Semester 1 : Paket 49 JP, Semester 2 : sesuai beban belajar maksimum yang dapat diambil peserta didik;
      2. Kelas X Semester 2 : Paket 49 JP, Semester 2 : sesuai beban belajar maksimum yang dapat diambil peserta didik;
  4. Layanan Bimbingan Konseling
    Layanan Bimbingan dan Konseling di SMA Pradita Dirgantara dilaksanakan berdasarkan Permendikbud Nomor 111 Tahun 2014 tentang Bimbingan dan Konseling, yang memiliki fungsi:

    1. pemahaman diri dan lingkungan;
    2. fasilitasi pertumbuhan dan perkembangan;
    3. penyesuaian diri dengan diri sendiri dan lingkungan;
    4. penyaluran pilihan pendidikan, pekerjaan, dan karir;
    5. pencegahan timbulnya masalah;
    6. perbaikan dan penyembuhan;
    7. pemeliharaan kondisi pribadi dan situasi yang kondusif untuk perkembangan diri Konseli;
    8. pengembangan potensi optimal;
    9. advokasi diri terhadap perlakuan diskriminatif; dan
    10. membangun adaptasi pendidik dan tenaga kependidikan terhadap program dan aktivitas pendidikan sesuai dengan latar belakang pendidikan, bakat, minat, kemampuan, kecepatan belajar, dan kebutuhan KonselingLayanan Bimbingan dan Konseling dilaksanakan berdasarkan prinsip:
      1. diperuntukkan bagi semua dan tidak diskriminatif;
      2. merupakan proses individuasi;
      3. menekankan pada nilai yang positif;
      4. merupakan tanggung jawab bersama antara kepala satuan pendidikan, Konselor atau guru Bimbingan dan Konseling, dan pendidik lainnya dalam satuan pendidikan;
      5. mendorong Konseli untuk mengambil dan merealisasikan keputusan secara bertanggungjawab;
      6. berlangsung dalam berbagai latar kehidupan;
  5. Kegiatan Ekstrakulikuler
    Kegiatan Ekstrakurikuler adalah kegiatan kurikuler yang dilakukan oleh peserta didik di luar jam belajar kegiatan intrakurikuler dan kegiatan kokurikuler, di bawah bimbingan dan pengawasan satuan pendidikan. Kegiatan Ekstrakurikuler diselenggarakan dengan tujuan untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemampuan, kepribadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.Kegiatan ekstrakurikuler termasuk dalam kegiatan pengembangan diri. Kegiatan pengembangan diri bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan,bakat, dan minat setiap peserta didik yang disesuaikan dengan kondisi sekolah.Pengembangan diri juga dilaksanakan melalui 2 kegiatan yaitu :

    1. Pembentukan karakter Peserta didik
      Pembentukan karakter peserta didik melalui pembiasaan dan lingkungan guna mengembangkan nilai-nilai karakter bangsa yang dilakukan melalui kegiatan rutin, kegiatan spontan, kegiatan terprogram, dan kegiatan keteladanan.
    2. Pengembangan potensi dan pengekspresian diri
      Pengembangan potensi dan pengekspresian diri di SMA Pradita Dirgantara melalui bidang seni, Olah Raga, Keterampilan, Kelompok Pencinta Mata Pelajaran dan karya tulis. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, tenaga pendidik atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan yang dilaksanakan adalah:

      • Kelompok Seni: Paduan suara, Teater, Tari, Karawitan, Band, Marching Band.
        Siswa wajib memilih salah satu jenis kegiatan ekstrakurikuler kelompok seni maksimal 2 pilihan kegiatan bidang seni.
      • Kelompok Olahraga: Volley Ball, Basket, Sepak Bola, Futsal, Bulutangkis, Catur, Renang, Tenis lapangan, Tenis Meja.
      • Kelompok Bela Diri: Karate, Pencak Silat, Tae Kwon Do
      • Kelompok Sains: Karya Ilmiah Remaja, Aeromodelling, Robotic, Science Olympiad Club.
      • Kelompok Kerohanian
      • Kelompok Bahasa: English Club, Mandarin, Bahasa Arab, Bahasa Jerman
      • Kelompok Kepemimpinan: Pramuka (Saka dirgantara), Paskibra, OSIS, Pecinta Alam, PMR. Kegiatan Saka dirgantara wajib untuk siswa kelas X dan XI.
  6. Penilaian
    Penilaian dilaksanakan berdasarkan Permendikbud Nomor 23 Tahun 2016 tentang Standar Penilaian Pendidikan, dan Permendikbud No. 53 tahun 2015 tentang Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik dan Satuan Pendidikan pada Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah, serta Panduan Penilaian yang diterbitkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah tahun 2015 dengan pengantar Surat Edaran Direktur Pembinaan SMA No. 5182/D4/LK/2015 tentang Panduan Penilaian untuk SMA.Penilaian hasil belajar dilakukan meliputi penilaian diri, penilaian proyek, penilaian harian, penilaian akhir semester, ujian sekolah, dan ujian nasional.

    1. Penilaian oleh Pendidik
      Penilaian Hasil Belajar oleh Pendidik memiliki tujuan untuk:

      1. mengetahui tingkat penguasaan kompetensi;
      2. menetapkan ketuntasan penguasaan kompetensi;
      3. menetapkan program perbaikan atau pengayaan berdasarkan tingkat penguasaan kompetensi; dan
      4. memperbaiki proses pembelajaran.