Siswa SMA Pradita Dirgantara Raih Prestasi di Kompetisi Bebras Challenge 2020

by Nov 24, 2020

SMA PRADITA DIRGANTARA (Boyolali) – Siswa SMA Pradita Dirgantara meraih prestasi dalam Kompetisi Bebras Challenge 2020 yang diselenggarakan oleh Badan Pengurus Nasional (NBO) Bebras Indonesia dan TOKI (Tim Olimpiade Komputer Indonesia) Tingkat Nasional yang diumumkan pada Jumat, November 20, 2020.

Kompetisi Bebras yang pertama kali diadakan di Lithuania merupakan kompetisi yang mendidik keterampilan pemecahan masalah di bidang informatika dengan jumlah peserta terbesar di dunia, yang diikuti oleh siswa mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan setara (www.bebras.org). Kompetisi ini diadakan setiap tahun secara daring. Kompetisi Bebras didirikan di Lithuania oleh Prof. Valentina Dagiene dari Universitas Vilnius pada tahun 2004. Bebras adalah istilah Lithuania untuk kata “bebras” (dalam bahasa Indonesia berarti “berang-berang”). Bebras dipilih sebagai simbol tantangan (challenge), karena hewan berang-berang berusaha mencapai target dengan sempurna dalam aktivitas sehari-harinya. Mereka membuat bendungan dari cabang-cabang pohon di sungai atau sungai dan membangun rumah mereka sendiri. Kompetisi ini disebut Bebras untuk menunjukkan kerja keras dan kecerdasan yang dibutuhkan dalam hidup.

Antusiasme peserta 2020 sangat luar biasa. Ada sekitar 4.476 peserta yang mengikuti kompetisi ini. SMA Pradita Dirgantara sendiri mengikutsertakan 35 siswa untuk mengikuti kompetisi ini. Siswa atas nama Abraham Rivaldo Putra, siswa kelas XI B berhasil mendapatkan peringkat 10 besar nasional. Dan dua siswa lainnya masuk 25 besar nasional, yaitu Trevor Wade Orlando siswa kelas X B yang menduduki peringkat 16 dan Rakabima Ghaniendra Rusdianto siswa kelas X D menduduki peringkat 22 dari 4.476 peserta.

Pada kompetisi yang dilakukan dengan sistem online ini disajikan soal-soal yang harus diselesaikan dengan menggunakan pendekatan berpikir komputasional dalam bentuk soal pilihan ganda. “Kami memberikan arahan sebelum anak-anak mengikuti lomba dan ditindaklanjuti dengan menggunakan soal latihan dalam sistem Olympia.id (website pelatihan Learning Management System Bebras Indonesia) dan berkoordinasi melalui kelompok khusus dengan siswa peserta lomba ini. Proses pendampingan dan pelatihan dilakukan secara online, diantaranya saat mengikuti technical meeting seluruh peserta di wilayah Solo Raya dan pelatihan mandiri di rumah masing-masing yang terus dipantau kesiapannya oleh guru,” jelas Yohanes Parsaoran S, S.Pd pembimbing kompetisi ini.

“Saat mengikuti lomba bebas ini rasanya sangat menantang dan membuat otak saya berpikir keras untuk bisa menghubungkan soal dengan soal-soal yang ada. Namun, saya sangat senang dan senang saat mengerjakan soal-soal tersebut karena disertai dengan grafik yang menarik. Dapat dikatakan bahwa Bebras Challenge seperti permainan logika yang harus dilakukan secara cerdas dan hati-hati agar dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. Intinya, kompetisi ini sangat menarik dan menantang untuk mengasah otak logika kita.” Kata Abraham. Abraham juga berpesan kepada adik-adik yang ingin mengikuti kompetisi ini agar serius mempersiapkan diri lebih awal dengan terus berlatih mengerjakan soal-soal yang sudah ada di internet agar bisa naik peringkat dan membuat SMA Pradita Dirgantara menjadi sekolah yang terbaik di Indonesia. (Humas/SMA Pradita Dirgantara)

 

Read More