Kiat Sukses Meraih Masa Depan Mulia Sebagai Generasi Centennial Dibahas dalam Talk Show di SMA Pradita Dirgantara

by Mar 26, 2021

Boyolali – SMA Pradita Dirgantara menggelar talkshow bertema “Kiat Sukses Meraih Masa Depan Mulia Sebagai Generasi Centennial Melalui Akselerasi Kesiapan Diri” pada Jumat, 26 Maret 2021 melalui aplikasi zoom. Acara ini dihadiri oleh jajaran Yasarini Pusat, seluruh Civitas Akademika SMA Pradita Dirgantara, dan seluruh peserta zoom yang mencapai total kurang lebih 1000 peserta. Dalam talkshow ini dibahas ilmu untuk menambah wawasan dan semangat meraih mimpi, serta kiat sukses dalam meraih cita-cita.

Talkshow yang berlangsung kurang lebih dua jam ini menghadirkan 5 pembicara dengan talenta luar biasa di usianya yang sebagian besar masih muda dan termasuk dalam generasi centennials, yaitu Haniifah Anjani P, S.Ked, lulusan Cumlaude dari Fakultas Kedokteran UGM, Lettu Pnb Handika. R. Bima Y, S.Tr (Han), Perwira Penerbangan Skuadron Udara 15, Lanud Iswahyudi, Muhammad Hudiya A, Mahasiswa Teknik Mesin Technische Hochschule Mittelhessen – Jerman, Nadya Carolina, S.Si, Kategori Wawasan Tokopedia dan IPDA Yulwido Adi , ST, Pama Subbag Pengujian Senjata Baglabtekpol, Puslitbang Polri.

Generasi Centennials adalah istilah lain dari generasi Z, yaitu generasi yang lahir antara tahun 1995 hingga 2010. Lebih khusus lagi, generasi ini tumbuh dan berkembang seiring dengan pertumbuhan digital yang sangat pesat. Menjadi seratus tahun seperti pisau bermata dua. Tumbuh dan berkembang dengan teknologi serba digital pasti menawarkan kemudahan sekaligus kesulitan. Terutama kaum muda yang biasanya khawatir dengan karir, impian, dan cita-citanya.

Haniifah Anjani P, S.Ked menjelaskan bahwa untuk berada di posisi sekarang bukanlah hal yang mudah, bahkan sebelumnya ia banyak menemui kegagalan hingga akhirnya ia berada di titik pencapaian cita-citanya. Salah satu kalimat motivasi yang selalu dia yakini adalah ketika seseorang menemukan kegagalan maka dia bisa bangkit, itu jauh lebih baik daripada dia yang tidak pernah mencoba apapun.

“Saat mencapai cita-cita kita harus tetap semangat dan fokus, saya selalu percaya bahwa yang jatuh dan bangkit lebih kuat dari yang tidak pernah berusaha,” kata Haniifah.

Motivasi sangat penting bagi seseorang, karena dengan motivasi seseorang dapat bangkit dari keterpurukan, membuat seseorang lebih semangat terhadap sesuatu. Namun terkadang seseorang pasti kehilangan semangat dalam hidupnya. Lettu Pnb Handika R. Bima Y, S.Tr (Han) pada kesempatan kali ini berbagi tips bagaimana mengatasi masalah saat kehilangan semangat.

“Hal pertama yang saya ingat kembali ke mimpi saya sebelumnya, saya ingat tentang perjuangan saya untuk mencapai impian saya menjadi pilot tidak mudah, kedua ada banyak orang di luar sana yang bercita-cita menjadi pilot pesawat tempur tetapi tidak bisa mewujudkannya, tetapi Alhamdulillah. Saya mendapat kesempatan jadi tidak boleh disia-siakan,” kata Lettu Pnb Handika R. Bima.

Selain motivasi, menurut Muhammad Hudiya, ada baiknya kita membuat rencana agar impian kita bisa terwujud. “Mempersiapkan beberapa rencana, tidak hanya rencana A rencana B, tetapi juga menyiapkan beberapa rencana lain sehingga ketika kita terjebak di tengah jalan, kita berhenti, kita tidak bingung, oh apa yang kita lakukan sekarang, jika misalnya ini metode gagal kita sudah punya urutan jalan. Kemudian untuk membidik tujuan yang sama,” jelas Muhammad Hudiya. Pembicara lain, Nadya, menambahkan bahwa untuk mencapai mimpi kita harus fokus dan memiliki keyakinan bahwa kita pasti bisa mewujudkannya.

Di akhir acara IPDA, Yulwido menjelaskan bahwa tantangan yang akan dihadapi generasi mendatang akan semakin berat. Apalagi saat ini banyak pekerjaan manusia yang tergantikan dengan kecanggihan teknologi seperti robot. Namun, menurutnya, ada 3 kemampuan yang tidak bisa dilakukan oleh mesin dan robot. “Dari yang saya pelajari, ada 3 kemampuan yang tidak bisa dilakukan oleh mesin dan robot dan ini saran saya yang harus kita miliki bersama yaitu kreativitas, kemampuan beradaptasi dan kemampuan berbicara di depan umum, bagaimana kita bisa berbicara dan menyentuh hati orang lain. yang dibutuhkan saat ini”, jelas IPDA Yulwido (Humas/SMA Pradita Dirgantara)

Read More